Warga RW 4 Tejosari Metro Pertahankan Gotong Royong, Agama, dan Budaya

Lewat Program Harmoni Nusantara, mahasiswa KKN Malahayati mengajar mengaji anak-anak setiap Senin–Kamis
Lewat Program Harmoni Nusantara, mahasiswa KKN Malahayati mengajar mengaji anak-anak setiap Senin–Kamis. Foto: Istimewa

METRO – Di tengah deras arus modernisasi, warga RW 4 Kelurahan Tejosari, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, terus mempertahankan nilai-nilai agama, sosial, dan budaya melalui berbagai kegiatan bersama.

Aktivitas tersebut melibatkan semua kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga lansia. Kegiatan keagamaan, olahraga, gotong royong, hingga kesenian tradisional menjadi bagian kehidupan sehari-hari.

Semangat kebersamaan juga terlihat saat perayaan HUT Kemerdekaan RI. Setiap tahun warga RW 4 menjadi penggerak Karnaval 17 Agustus. Persiapan hingga pelaksanaan secara gotong royong.

Kegiatan Keagamaan Rutin

Keagamaan menjadi salah satu aktivitas masyarakat. Warga dewasa mengikuti pengajian, sementara itu anak-anak mengaji setiap sore.

Selain meningkatkan pemahaman agama, giat ini menjadi ruang silaturahmi dan menanamkan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda.

Aktif di Sosial dan Budaya

Di bidang sosial, warga rutin menggelar senam lansia. Kegiatan ini menjaga kesehatan, ruang berkumpul, dan bersosialisasi para lansia.

Semangat gotong royong dipertahankan lewat kerja bakti berkala untuk menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan.

Di bidang budaya, warga berupaya melestarikan kesenian tradisional Janger dan Kuda Lumping. Kesenian ini dilatih dan ditampilkan warga. Selain hiburan, kesenian ini menjadi upaya menjaga warisan budaya agar terus dikenal generasi berikutnya.

Mahasiswa KKN Berbaur

Semangat kebersamaan RW 4 juga menjadi ruang bagi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Malahayati, Kelompok 77 untuk berbaur.

Selama KKN, mahasiswa mengikuti pengajian, mendampingi anak mengaji, senam lansia, kerja bakti, hingga memeriahkan kesenian Janger dan Kuda Lumping.

Salah satu program unggulan, yakni “Harmoni Nusantara”. Lewat program ini, mahasiswa mengajar mengaji anak-anak setiap Senin–Kamis. Mereka juga ikut pengajian bersama ibu-ibu dan bapak-bapak RW 4.

Selain itu, mahasiswa KKN menginisiasi “Klinik Belajar” setiap Jumat sore. Kegiatan ini menjadi wadah pendampingan belajar bagi anak-anak, membantu memahami materi sekolah sekaligus mengisi waktu luang dengan aktivitas positif.

Kehadiran mahasiswa KKN dapat sambutan hangat warga. Interaksi yang terbangun dinilai memperkuat semangat gotong royong dan memberi warna baru kegiatan masyarakat.

Rangkaian kegiatan ini menunjukkan nilai agama, sosial, dan budaya masih bisa berjalan beriringan di tengah perkembangan zaman. Kolaborasi warga dan mahasiswa KKN menjadi contoh, bahwa nilai-nilai itu dapat dijaga melalui keterlibatan bersama dan aksi nyata. (*)

Related posts

Leave a Comment